Media Informasi, Edukasi dan Wadah Kreativitas Warga UBL

Rabu, 11 November 2020

Sejarah dan Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw (selesai)

(Warga UBL sedang Membaca Mahalul Qiyam Kitab al-Barzanzi)

UmbulBalongnews, Cirebon - Kontroversi lainnya adalah mengenai tanggal perayaannya. Penentuan tanggal kelahiran Nabi SAW pada 12 Rabi'ul Awal masih belum jelas titik temunya. Hal ini dapat ditarik ke sejarah penetapan kalender dalam Islam yang baru dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab pada 630-an Masehi.

Sebagian menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW sebenarnya lahir pada 9 Rabiul Awal dan sebagian lainnya yakin bahwa beliau lahir pada 12 Rabiul Awal yang sekarang menjadi hari peringatan Maulid Nabi SAW.

Dalam "Maulid Nabi Perspektif Al-Qur'an dan Sunnah" yang terbit di NU Online, Ahmad Muzakki menuliskan bahwa kendati menuai kontroversi, sebaiknya perayaan maulid nabi dipandang sebagai salah satu tradisi dari tradisi-tradisi baik untuk menyuarakan syiar Islam, bukan ritual keagamaan yang dibuat-buat.

Terlebih lagi, isi dari perayaan Maulid Nabi SAW adalah ibadah-ibadah yang telah diatur dalam al-Qur’an dan hadis.

Menurut banyak ulama, jika dalam perayaan itu terdapat kebaikan dan menjauhi dosa dan hal-hal buruk, atau mendatangkan karunia besar, maka perayaan Maulid Nabi SAW dapat dipandang sebagai bid'ah hasanah dan yang melakukannya memperoleh pahala.

Read More

Senin, 09 November 2020

Keutamaan Membaca dan Mengamalkan Surat Al-Waqi’ah

UmbulBalongnews, Cirebon - Al-Qur'an merupakan pedoman hidup bagi umat Islam. Sebagai petunjuk, Al-Qur’an juga sebagai nasehat, obat, hidayah, dan sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Selain dapat dipahami secara tekstual, Al-Qur’an juga dapat digali kandungan makna dan hikmahnya yang luas, di antaranya dengan pemaknaan secara praktis di luar teksnya, seperti penggunaan ayat-ayat Al-Qur’an secara kontekstual yang diyakini oleh masyarakat dapat memberikan manfaat dan pengaruh positif dalam kehidupan.

Salah satu surat yang memiliki manfaat dan keutamaan ialah surat Al-Waqi'ah. Surat Al-Waqi'ah adalah salah satu surat yang dikenal sebagai surat penuh berkah. Keberkahannya mampu melenyapkan kemiskinan dan mendatangkan rezeki bagi siapa saja yang rutin membacanya setiap hari.

Surat ini merupakan surat ke 56 pada juz ke 27 yang terdiri dari 96 ayat dan termasuk golongan surat Makiyyah. Surat ini dinamai Al-Waaqi’ah (Hari Kiamat), yang diambil dari perkataan Al-Waaqi’ah dalam ayat pertama.

Keutamaan membaca surat Al-Waqi'ah ini sebagaimana dirasakan oleh sebagian shahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Rasulullah mengajarkan mereka untuk konsisten membaca surat Al-Waqi’ah supaya dimudahkan rezeki dan dihindari dari kesusahan. Karena itu, bila seorang muslim dan muslimah mengamalkannya setiap hari, maka banyak manfaat yang akan diterimnya.

Dalam buku 'Multi Perspektif Surat Al-Waqiah', penulis Zakia Machdi menyebutkan, bahwa membaca surat Al-Waqiah merupakan amalan terbaik bagi perempuan, karena bisa menjadi pelindung bagi dirinya dari segala kemudharatan yang ada di dunia dan juga agar terhindar dari kemiskinan.

Dalam sebuah riwayat dikisahkan Abdullah bin Mas’ud tengah sakit parah. Shahabat Rasulullah, Utsman bin Affan menjeguknya dan bertanya kepadanya:

“Apa engkau khawatir anak-anak perempuanku mengalami kefakiran? Aku memerintahkan anak-anak perempuanku agar mereka membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam. Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam, maka ia tidak akan mengalami kesulitan selamanya.’”

Kisah ini juga dinukil Imam al-Qurthubi, Imam al-Alusi, Imam al-Suyuthi, dan beberapa ahli tafsir lainnya di dalam karya mereka. Selain kitab tafsir, riwayat ini juga dikutip Imam al-Nawawi dalam al-Adzkar dan Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin. Kendati riwayat ini dianggap dhaif, tetapi tetap boleh diamalkan, karena tidak semua hadis dhaif tidak boleh diamalkan. Hadis dhaif boleh diamalkan selama kedhaifannya tidak terlalu parah.

Begitu juga dengan hadis riwayat Abdullah bin Mas’ud, Imam al-Suyuthi dalam al-Durrul Mantsur juga mengutip riwayat dari Anas bin Malik tentang keutamaan surat Al-Waqi’ah. Riwayatnya sebagai berikut:

سُوْرَةُ الْوَاقِعَةِ سُوْرَةُ الْغِنَى فَاقْرَأُوهَا وَعَلَّمُوْهَا أَوْلَادَكُمْ

Surat al-Waqi’ah adalah surat yang membuat kaya. Maka bacalah ia dan ajarkanlah kepada anak-anak kalian.”

عَلِّمُوْا نِسَاءَكُمْ سُوْرَةَ الْوَاقِعَةِ فَإِنَّهَا سُوْرَةُ الْغِنَى

Ajarkanlah surat Al-Waqi’ah pada perempuan-perempuan kalian. Sesungguhnya surat Al-Waqi’ah adalah surat yang membuat kaya.”

Selain itu, keutamaan lainnya dari surat Al-Waqi'ah, merupakan doa wirid, menghindarkan dari kemiskinan (kesulitan hidup), dan melancarkan rezeki. Bagi siapa saja yang membaca surat Al-Waqi'ah secara rutin setiap hari dan menjadikannya sebagai suatu kebiasaan serta membacanya pada satu malam, maka dirinya akan dihindarkan dari kemiskinan.

Bahkan bila membaca surat Al-Waqi'ah selama 40 hari dan 40 malam, maka selama itupun rezeki kita akan dimudahkan dan mengalir deras dari berbagai penjuru.

Adapun fadhilah surat Waqiah yang lain sebagai berikut:

1.       Dijauhkan dari kemiskinan

2.       Memperoleh kekayaan berlimpah

3.       Ditunaikan hajatnya berhubungan dengan rizeki

4.       Dijadikan hartawan dan dermawan

5.       Dilimpahkan rezeki

6.       Mempermudah roh keluar dari jasadnya

7.       Diringankan sakitnya.

Wallahu A'lam

Read More

Pesantren Madinatul Ilmi Akan Gelar Ijazah Doa Surat Al-Waqiah dan Resmikan Jam’iyah Waqi’ah

UmbulBalongnews, Cirebon - Dalam tradisi Islam, ijazah merupakan salah satu metode penting dalam transfer keilmuan dan pendidikan. Ijazah adalah pemberian mata rantai ilmu atas disiplin ilmu tertentu ataupun amalan secara spesifik.

Wujud ikhtiar untuk mempertahankan tradisi khas Islam tersebut, Pondok Pesantren Madinatul Ilmi akan menyelenggarakan kajian Surat al-Waqi’ah, pembacaan Surat al-Waqi’ah, Ijazah doa surat al-Waqi’ah dan meresmikan jam’iyah waqi’ah Blok Balong oleh Pengasuh Ma’had Salafi Babakan Ciwaringin, KH. Lukman Hakim dan pengasuh Pondok Pesantren Madinatul Ilmi, KH. Badruzzaman.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan nanti malam, pukul 19:30 WIB (Senin, 9 November 2020) di Masjid Pondok Pesantren Madinatul Ilmi dan terbuka untuk umum. Tapi dengan catatan, tetap menjalankan protokol Covid-19, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Read More

Minggu, 08 November 2020

Sejarah dan Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw (2)

 

(Warga UBL sedang memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw di Musholah al-Munawaroh)

UmbulBalongnews, Cirebon - Peringatan Maulid Nabi yang kembali dipelopori oleh Salahuddin Al-Ayyubi itu melahirkan buah positif. Semangat juang melalui teladan kisah hidup Nabi Muhammad SAW berhasil dengan baik.

Salahuddin berhasil menghimpun kekuatan, sehingga pada tahun 1187 (583 Hijriah) Yerusalem bisa direbut dari tangan bangsa Eropa, dan Masjid al-Aqsa menjadi masjid kembali setelah sebelumnya diubah menjadi gereja.

Kendati demikian, perayaan Maulid Nabi sebenarnya terus menyisakan kontroversi. Dalam Sejarah Peringatan Maulid Nabi (2007) yang ditulis Nashir Al Hanin menyebutkan bahwa memperingati Maulid Nabi adalah bid'ah atau ritual terlarang karena tidak ada tuntunannya dari Nabi Muhammad SAW.

Dengan alasan bid'ah juga, sebenarnya instruksi Salahuddin Al Ayyubi turut ditentang oleh para alim-ulama pada 1183, karena usulnya menghidupkan kembali Maulid Nabi.

Namun Salahuddin membantah bahwa perayaan Maulid Nabi hanyalah kegiatan untuk menyemarakkan syiar agama, bukan perayaan yang bersifat ritual, sehingga tidak dapat dikategorikan bid`ah yang terlarang. Apalagi, selepas disetujui Khalifah An-Nashir di Bagdad, perayaan ini kian semarak dilakukan.

Read More

Sabtu, 07 November 2020

Sejarah dan Perayaan Maulid Nabi di Mushala Al-Munawaroh (1)

 

(Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Mushala Al-Munawaroh)

UmbulBalongnews, Cirebon - Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki sejarah panjang dalam khazanah Islam. Kendati belum dilakukan di masa kenabian, hari Maulid Nabi menjadi perayaan besar yang diselenggarakan di banyak wilayah di seluruh dunia.

Di Indonesia, perayaan Maulid Nabi Muhammad dilakukan dengan berbagai cara. Dilansir dari NU Online, Maulid Nabi biasanya diselenggarakan dengan membaca Manakib Nabi Muhammad dalam Kitab Maulid Barzanji, Maulid Simtud Dhurar, Diba’, Saroful Anam, Burdah, dan lain-lain.

Selepas membaca Manakib Nabi Muhammad, acaranya dilakukan dengan santap makanan bersama-sama yang disiapkan secara gotong royong. Perayaan ini dlakukan sebagai cara meneladani jalan hidup dan tuntunan yang dibawa oleh Nabi SAW.

Moch Yunus dalam Peringatan Maulid Nabi [Tinjauan Sejarah dan Tradisinya di Indonesia] (2019) menuliskan bahwa jika ditarik riwayatnya, perayaan Maulid Nabi Muhammad pertama kali diinisiasi oleh khalifah Mu’iz li Dinillah, salah seorang khalifah dari dinasti Fathimiyyah di Mesir pada 341 Hijriyah. 

(Warga UBL sedang membaca al-Barzanzi) 

Kemudian, perayaan Maulid dilarang oleh Al-Afdhal bin Amir al-Juyusy dan kembali marak pada masa Amir li Ahkamillah pada 524 H.

Perayaan Maulid Nabi SAW kemudian dilakukan kembali berdasarkan instruksi Salahuddin Al Ayyubi pada 1183 M (579 H), atas usul Muzaffaruddin, saudara iparnya. Di antara tujuannya adalah untuk meningkatkan semangat juang umat Islam, serta mengimbangi maraknya perayaan Natal yang dilakukan umat Nasrani.

Setahun berikutnya, pada 1184, perayaan maulid dilakukan dengan kegiatan yang amat terkenal yaitu sayembara penulisan riwayat Nabi SAW beserta puja-pujian kepada beliau. Syaikh Ja'far Al-Barzanji terpilih menjadi pemenenang dengan kitabnya yang kerap dibaca selama Maulid Nabi Muhammad yaitu Kitab Barzanji.

Read More

Kamis, 05 November 2020

Kreativitas Saat Karnaval








 

Read More

Selasa, 03 November 2020

Pawai Obor

 






Read More

BTemplates.com

Blogroll

About

Copyright © Umbul Balongnews | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com